Pada yang tidak mungkin mengerti....
Diriku lebih menghargai,
Tamparan dari tangan kenyataan.
Bukan dalih kata seindah madah,
Yang hanya ingin menindas kepura-puraan di dada.
Di dalam diam,
Engkau telah mengupas kulit yang membaluti isi hatimu,
Engkau telah memberi sebahagian pendapat ikhlas mu,
Tentang diri ini.
Sayangnya ia hanya terlerai di belakang tabirku,
Walaupun aku senantiasa sedia bertentangan,
Dengan kelemahan diri sendiri.
Pada yang tidak bisa mengenali..
Kegigihan ku bukan untuk mementingkan diri.
Keresahan ku jauh sekali membawa arti di mana
Setiap gerak gerik mu aku ingin memerhati.
Aku bukan seperti sangkaanmu....
Diri masih mempunyai pendirian dan kesadaran,
Di mana keimanan adalah benteng teguhnya segala harapan.
Ketika di dalam kerungsingan,
Tidak mengerti tindak tanduk kelakuan,
Sinar Ilahi membias dari celah.
Menerangi kegelapan dalam keabadian.
Pengertian akhirnya ku terima dari kenyataan,
Untuk membalut keresahan dalam kejahilan.
Pada engkau yang tidak dapat memahami...
Aku tidak lagi dahagakan,
Setitik kebenaran di gayung santapan mu,
Yang mengalir dari tangkupan kenyataan telaga isi hati mu.
Penjelasan bercela yang kau hidangkan kemudian,
Singgah hanya suatu benturan.
Permulaan garis biru dari ukiran mu,
Telah ku sambut untuk meneruskan perjalanan.
Tiada mungkin ukiran garis itu akan dikaburi
Oleh terbangan debu-debu jalanan
Yang kekadang memedihkan penglihatan.
Hanya kedamaian yang ku inginkan kini.
Aku ingin terapung jauh dan tenang di awangan
Biarkan saja aku lenyap..
Ketika meraup kesejukkan embun pagi,
Demi meredakan kerinduan di hati.
Mengertilah maksud ku ini, teman...
Walaupun tiada jelas lahirnya sebuah keadilan,
Segala lafaz kasih bukan suatu mainan.
Perasaan ku bukan sebagai barang perdagangan.
Kedamaian iini untuk menghormati diri mu,
Tiada tersembunyi kecacatan.
Tinggalkan aku sendirian walaupun sebentar,
Untuk kita bersama menikmati keindahan
Garis Biru Kedamaian ini...
disadur dari sajak MAWARDEWI.....
Catatan kecilku....
Kita ga punya hak untuk menghakimi setiap orang...siapapun itu...
belajar dr sini..aku sadar...ternyata tidak semua org yg mengakui kepintarannya
mempunyai hikmat kebijaksanaan..yg harusnya penting...dan akhirnya yg terlihat justru
kebodohan tanpa rasa rendah hati...
Percaya bahwa setiap orang baik...pasti mereka juga hidup dalam lingkungan yg baik..
dan selalu punya teman yang baik...
Ketika kita mempunyai musuh percayalah...ga ada yg namanya musuh abadi..tp yg ada adalah
KEPENTINGAN ABADI..
Kupersembahan catatan kecilku ini untuk Orang2 yg menghakimi aku, tp tidak mengenal aku...bahkan bertemu pun tidak pernah....
Semoga kalian memang benar2 mempunyai semua kehebatan yg aku tidak punya...
Semoga kalian memang merasa menang, sehingga setiap gerakkan yg aku buat...ternyata membuat kalian gelisah....
Dan Tertawalah....karena rasa itu...sebab ternyata aku tidak pernah takut dengan siapapun...kecuali Tuhanku..., aku tidak pernah benar2 menyerah....
Jadi aku tunggu "Tamparan" yg kalian janjikan.....AKU TUNGGU.....!!!!
Diriku lebih menghargai,
Tamparan dari tangan kenyataan.
Bukan dalih kata seindah madah,
Yang hanya ingin menindas kepura-puraan di dada.
Di dalam diam,
Engkau telah mengupas kulit yang membaluti isi hatimu,
Engkau telah memberi sebahagian pendapat ikhlas mu,
Tentang diri ini.
Sayangnya ia hanya terlerai di belakang tabirku,
Walaupun aku senantiasa sedia bertentangan,
Dengan kelemahan diri sendiri.
Pada yang tidak bisa mengenali..
Kegigihan ku bukan untuk mementingkan diri.
Keresahan ku jauh sekali membawa arti di mana
Setiap gerak gerik mu aku ingin memerhati.
Aku bukan seperti sangkaanmu....
Diri masih mempunyai pendirian dan kesadaran,
Di mana keimanan adalah benteng teguhnya segala harapan.
Ketika di dalam kerungsingan,
Tidak mengerti tindak tanduk kelakuan,
Sinar Ilahi membias dari celah.
Menerangi kegelapan dalam keabadian.
Pengertian akhirnya ku terima dari kenyataan,
Untuk membalut keresahan dalam kejahilan.
Pada engkau yang tidak dapat memahami...
Aku tidak lagi dahagakan,
Setitik kebenaran di gayung santapan mu,
Yang mengalir dari tangkupan kenyataan telaga isi hati mu.
Penjelasan bercela yang kau hidangkan kemudian,
Singgah hanya suatu benturan.
Permulaan garis biru dari ukiran mu,
Telah ku sambut untuk meneruskan perjalanan.
Tiada mungkin ukiran garis itu akan dikaburi
Oleh terbangan debu-debu jalanan
Yang kekadang memedihkan penglihatan.
Hanya kedamaian yang ku inginkan kini.
Aku ingin terapung jauh dan tenang di awangan
Biarkan saja aku lenyap..
Ketika meraup kesejukkan embun pagi,
Demi meredakan kerinduan di hati.
Mengertilah maksud ku ini, teman...
Walaupun tiada jelas lahirnya sebuah keadilan,
Segala lafaz kasih bukan suatu mainan.
Perasaan ku bukan sebagai barang perdagangan.
Kedamaian iini untuk menghormati diri mu,
Tiada tersembunyi kecacatan.
Tinggalkan aku sendirian walaupun sebentar,
Untuk kita bersama menikmati keindahan
Garis Biru Kedamaian ini...
disadur dari sajak MAWARDEWI.....
Catatan kecilku....
Kita ga punya hak untuk menghakimi setiap orang...siapapun itu...
belajar dr sini..aku sadar...ternyata tidak semua org yg mengakui kepintarannya
mempunyai hikmat kebijaksanaan..yg harusnya penting...dan akhirnya yg terlihat justru
kebodohan tanpa rasa rendah hati...
Percaya bahwa setiap orang baik...pasti mereka juga hidup dalam lingkungan yg baik..
dan selalu punya teman yang baik...
Ketika kita mempunyai musuh percayalah...ga ada yg namanya musuh abadi..tp yg ada adalah
KEPENTINGAN ABADI..
Kupersembahan catatan kecilku ini untuk Orang2 yg menghakimi aku, tp tidak mengenal aku...bahkan bertemu pun tidak pernah....
Semoga kalian memang benar2 mempunyai semua kehebatan yg aku tidak punya...
Semoga kalian memang merasa menang, sehingga setiap gerakkan yg aku buat...ternyata membuat kalian gelisah....
Dan Tertawalah....karena rasa itu...sebab ternyata aku tidak pernah takut dengan siapapun...kecuali Tuhanku..., aku tidak pernah benar2 menyerah....
Jadi aku tunggu "Tamparan" yg kalian janjikan.....AKU TUNGGU.....!!!!
dunia ini tak ada manusia buruk..hanya manusia baik dan manusia-manusia lainnya yg butuh kebaikan... ;)
ReplyDelete@ Adnoe
ReplyDeleteTerimakasih teman...
kubuat catatan kecil ku ini..krn kecewa dgn seorang yg kusebut teman...tp mrk menghancurkan hati dan pertemanan yg br seumur jagung...:D