Terkadang logika dan perasaan tidaklah sejalan... dalam kehidupan perempuan biasanya hal2 biasa dan tidak biasa, menjadi sesuatu yang sangat kompleks, karena pada kebanyakkan perempuan hampir semua pola pikir berdasarkan perasaan... dan inilah perbedaan yang mencolok antara perempuan dan kaum laki-laki, begitu jg dalam dunia pergaulan atau persahabatan. Bagi kami kaum perempuan bersahabat berarti saling mengerti, menerima, mendengar dan berbagi dan itu hampir semua aspek kehidupan perempuan, dari saling curhat kehidupan pribadi, teman, kekasih, anak, suami bahkan sampai ke masalah ranjang...biasanya tidak ada yang tabu.... Berpikir cermat, apakah ini membawa kebaikkan bagi kami atau malah seperti senjata makan tuan....????
Biasanya hubungan persahabatan tidak hanya didasarkan seberapa lama waktu yang dihabiskan bersama, atau seberapa lama kita menjalin persahabatan, menurut pandangan saya, sahabat lama bisa berbalik menjadi musuh dalam selimut, atau bahkan teman yang baru sekejap kita temui menjadi tempat berteduh yang nyaman... yahhh...ini semua memang bagaimana pribadi masing2 perempuan dalam menjalani maknanya persahabatan
Sahabat yang setia
Bagaimana sih kita tau bahwa kita mempunyai seorang sahabat yang setia...??? setidaknya saya coba ingatkan pada tulisan saya sebelumnya tentang "Rahasia Hati", bagaimana cara kita mengetahui diri dan keinginan kita, disitulah salah satu dasar, kita tahu apakah kita mempunyai seorang sahabat yang setia...Kita harus mengenali diri kita sendiri. Jika kita benar menurut pandangan kita ingatlah belum tentu kita benar menurut pandangan orang lain, bisakah kita tahu apa yang kita lakukan benar atau melenceng..??? biasanya seorang sahabat akan memberikan pendapat kepada kita, tapi bukan berdasarkan apa yang kita inginkan, dia harus berpikir objective terhadap masalah kita, walaupun kritikan/pendapat itu menyakitkan tp itulah yang terbaik buat kita.
Bermacam Sifat dalam setiap pribadi sahabat kita.
Yang ini berdasarkan pengalaman saya, jd saya hanya sekedar berbagi.
hhmmmm...kita memang diciptakan dengan berbagai macam sifat dengan dasar pola pikir yang berbeda, pendidikan berbeda bahkan latar belakang keluarga dan pergaulan yang berbeda, semacam tantangan bagi saya utnuk bisa menjalin persahabatan dengan berbagai macam perbedaan tersebut. Biasanya dalam dunia pergaulan/persahabatan, dengan tidak menutup sebelah mata, saya/kami memilah dan memilih siapa yang menjadi sahabat, apakah karena satu hobby, satu almamater, satu nasib dan satu penderitaan, wahhh itu bisa berbagai macam bentuk persahabatan dan apakah sudah tepat sahabat yang saya pilih??? itu semua ada dalam hati dan pikiran saya...seperti juga kalian tentunya...
Saya pernah punya pengalaman dengan seorang rekan kerja yang baru, suatu ketika setelah teman tersebut masuk kerja, seorang teman yang lain memberitahu saya, tentang keburukan rekan kerja saya yang baru, disini saya belum sama sekali belajar, dan saya menelan bulat2 semua masukan teman saya tersebut. Dan ternyata teman kerja baru saya itu ditempatkan satu bagian dengan saya, otomatis sikap saya jadi skeptis... jika ini berharap cuma sekedar dunia persahabatan, saya salah besar, ternyata dengan sikap saya malah membawa saya pada kinerja kerja yang buruk dipandang oleh atasan saya. Dan ini dibayar mahal selama 4 tahun atas ketidakpercayaan atasan kepada saya...hmmm...tidak setimpal, tapi itu bukan membuat saya jatuh, saya coba bangkit kembali untuk menanamkan kepercayaan pada atasan saya. Awalnya saya coba merubah pola pikir saya, yang kerap bermuara pada diri saya sendiri, lalu saya berusaha melihat dari sudut pandang orang lain. Ternyata benar, bagi orang lain kita teman yang buruk, tapi bagi sebagian yang lain kita adalah teman yang baik, intinya belum tentu mereka yang jahat menurut kita adalah benar2 jahat, karena memang kita tidak tahu, tidak kenal.... "so don't judge people by the cover" itu benar...!!! hehehehe
(ehhh, ternyata dia jg punya sifat baik dan kami sekarang sudah bersahabat...:D)
Bagaimana sih menghadapi seorang teman, sahabat, kerabat bahkan orang lain yang menyakiti kita
ini jg berdasarkan pengalaman saya...
ada beberapa cara kita menghadapi kejadian yang tidak mengenakkan buat kita dan karena beberapa alasan dan masalah.
1. Kadangkala kita dihadapkan pada masalah yang sebenarnya hanya masalah sepele, tapi itu logika kita tidak sejalan dengan perasaan, disaat kita bermasalah dengan seseorang, biasanya kita langsung naik pitam...hmmm...saya ingat kejadian sebelum saya menikah dulu, bila dijalan ada satu atau dua kendaraan yang menyalib kendaraan saya, saya langsung emosi, ego terganggu, merasa disepelekan...hahahaha...biasanya saya langsung tancap gas dan mengambil alih posisi kembali...belum ditambah embel2 makian dan kata2 kasar, istilahnya supir angkotpun di lawan...hahahaha, dipikir sekarang apa sih yang kita dapat???? ternyata ga ada...kita cuma menghabiskan masa keberuntungan kita dijalan dengan tidak berhati-hati.....
Jadi Emosi itu tidak penting, apalagi diterapkan pada dunia persahabatan, kita hanya akan menambah daftar lawan bukan kawan...
2. To the point ke teman atau sahabat yang bermasalah dengan kita..... Hmmmm...hati2, disini semua karakter teman kita tidaklah sama, kita harus bisa melihat situasi, ini juga pernah saya alami, ketika saya merasa ada sesuatu yang tidak enak pada pertemanan saya dengan seseorang, saya melihat karakter teman saya tersebut, jika dia bs diberi masukan dan kritikan, kita bisa saja secara langsung bertanya. Suatu ketika saya merasa ada perubahan dengan sikap teman saya, lalu saya bertanya dengan baik, apakah hanya saya yang merasa atau benar ada sikap dan omongan saya yang salah sehingga menggangu teman saya tersebut, dan untungnya teman saya tersebut adalah orng yang berjiwa besar, dia menjelaskan dan kita berdua saling menerima....
Cara ini jitu juga, agar persahabatan tidak hancur....
3. Berdiam diri dan biarkan waktu yang membuktikan.
Cara ini ampuh sekali, buat menghadapi teman, kerabat, atau sahabat yang kita nilai belum siap menerima kritikan dan pendapat dari orang lain, walaupun memakan waktu yang lama, seperti kisah yang saya ceritakan diatas tentang rekan kerja saya yang baru, saya memakai cara ini. Saya biarkan dia mengenal saya secara perlahan, sikap dan sifat saya, ga segampang membalikkan telapak tangan, tapi saya yakin kebenaran tetaplah kebenaran tidak akan berubah menjadi kejahatan. Dan akhirnya dia sadar, meminta maaf dan jadi mengerti ternyata masalah kecil itu cuma salah paham saja. Yahhh...tentunya sebelum dia minta saya sudah maafkan terlebih dahulu, hehehehe...
4. Membuang arti persahabatan untuk sahabat kita
Yah...kadang kala ini terjadi yang tadinya berteman, menjadi musuh dan lawan, kenapa sih bisa begini...??? kejadian seperti apa, sehingga kita memutuskan tali persahabatan...???? Menurut saya, jika seseorang teman atau sahabat berbuat sesuatu yang sangat merugikan buat kita, kehidupan rumah tangga kita terganggu, atau dari segi materi kita merugi, atau bahkan ternyata semua kehidupan pribadi kita yang dia tahu, dia beberkan di publik, nahhh....kita bisa menjaga jarak untuk seorang teman atau sahabat seperti ini. Dari hal inilah sebaiknya kita belajar untuk tidak semua masalah pribadi kehidupan kita orang lain harus mendengar dari mulut kita. Harus bisa membedakan bagaimana kita bersikap atau berbicara sekalipun kepada sahabat.
dan seperti sahabat saya bilang, sahabat juga bisa disaring lewat masalah, lewat waktu, kita kan tahu dengan sendirinya Siapa yang layak bisa disebut sahabat buat kita...
"Friends will be friends"
Selamat menikmati kebesamaan bersama orang2 terkasih anda
GBU
by: Dewi Yovanka Hutagalung
Biasanya hubungan persahabatan tidak hanya didasarkan seberapa lama waktu yang dihabiskan bersama, atau seberapa lama kita menjalin persahabatan, menurut pandangan saya, sahabat lama bisa berbalik menjadi musuh dalam selimut, atau bahkan teman yang baru sekejap kita temui menjadi tempat berteduh yang nyaman... yahhh...ini semua memang bagaimana pribadi masing2 perempuan dalam menjalani maknanya persahabatan
Sahabat yang setia
Bagaimana sih kita tau bahwa kita mempunyai seorang sahabat yang setia...??? setidaknya saya coba ingatkan pada tulisan saya sebelumnya tentang "Rahasia Hati", bagaimana cara kita mengetahui diri dan keinginan kita, disitulah salah satu dasar, kita tahu apakah kita mempunyai seorang sahabat yang setia...Kita harus mengenali diri kita sendiri. Jika kita benar menurut pandangan kita ingatlah belum tentu kita benar menurut pandangan orang lain, bisakah kita tahu apa yang kita lakukan benar atau melenceng..??? biasanya seorang sahabat akan memberikan pendapat kepada kita, tapi bukan berdasarkan apa yang kita inginkan, dia harus berpikir objective terhadap masalah kita, walaupun kritikan/pendapat itu menyakitkan tp itulah yang terbaik buat kita.
Bermacam Sifat dalam setiap pribadi sahabat kita.
Yang ini berdasarkan pengalaman saya, jd saya hanya sekedar berbagi.
hhmmmm...kita memang diciptakan dengan berbagai macam sifat dengan dasar pola pikir yang berbeda, pendidikan berbeda bahkan latar belakang keluarga dan pergaulan yang berbeda, semacam tantangan bagi saya utnuk bisa menjalin persahabatan dengan berbagai macam perbedaan tersebut. Biasanya dalam dunia pergaulan/persahabatan, dengan tidak menutup sebelah mata, saya/kami memilah dan memilih siapa yang menjadi sahabat, apakah karena satu hobby, satu almamater, satu nasib dan satu penderitaan, wahhh itu bisa berbagai macam bentuk persahabatan dan apakah sudah tepat sahabat yang saya pilih??? itu semua ada dalam hati dan pikiran saya...seperti juga kalian tentunya...
Saya pernah punya pengalaman dengan seorang rekan kerja yang baru, suatu ketika setelah teman tersebut masuk kerja, seorang teman yang lain memberitahu saya, tentang keburukan rekan kerja saya yang baru, disini saya belum sama sekali belajar, dan saya menelan bulat2 semua masukan teman saya tersebut. Dan ternyata teman kerja baru saya itu ditempatkan satu bagian dengan saya, otomatis sikap saya jadi skeptis... jika ini berharap cuma sekedar dunia persahabatan, saya salah besar, ternyata dengan sikap saya malah membawa saya pada kinerja kerja yang buruk dipandang oleh atasan saya. Dan ini dibayar mahal selama 4 tahun atas ketidakpercayaan atasan kepada saya...hmmm...tidak setimpal, tapi itu bukan membuat saya jatuh, saya coba bangkit kembali untuk menanamkan kepercayaan pada atasan saya. Awalnya saya coba merubah pola pikir saya, yang kerap bermuara pada diri saya sendiri, lalu saya berusaha melihat dari sudut pandang orang lain. Ternyata benar, bagi orang lain kita teman yang buruk, tapi bagi sebagian yang lain kita adalah teman yang baik, intinya belum tentu mereka yang jahat menurut kita adalah benar2 jahat, karena memang kita tidak tahu, tidak kenal.... "so don't judge people by the cover" itu benar...!!! hehehehe
(ehhh, ternyata dia jg punya sifat baik dan kami sekarang sudah bersahabat...:D)
Bagaimana sih menghadapi seorang teman, sahabat, kerabat bahkan orang lain yang menyakiti kita
ini jg berdasarkan pengalaman saya...
ada beberapa cara kita menghadapi kejadian yang tidak mengenakkan buat kita dan karena beberapa alasan dan masalah.
1. Kadangkala kita dihadapkan pada masalah yang sebenarnya hanya masalah sepele, tapi itu logika kita tidak sejalan dengan perasaan, disaat kita bermasalah dengan seseorang, biasanya kita langsung naik pitam...hmmm...saya ingat kejadian sebelum saya menikah dulu, bila dijalan ada satu atau dua kendaraan yang menyalib kendaraan saya, saya langsung emosi, ego terganggu, merasa disepelekan...hahahaha...biasanya saya langsung tancap gas dan mengambil alih posisi kembali...belum ditambah embel2 makian dan kata2 kasar, istilahnya supir angkotpun di lawan...hahahaha, dipikir sekarang apa sih yang kita dapat???? ternyata ga ada...kita cuma menghabiskan masa keberuntungan kita dijalan dengan tidak berhati-hati.....
Jadi Emosi itu tidak penting, apalagi diterapkan pada dunia persahabatan, kita hanya akan menambah daftar lawan bukan kawan...
2. To the point ke teman atau sahabat yang bermasalah dengan kita..... Hmmmm...hati2, disini semua karakter teman kita tidaklah sama, kita harus bisa melihat situasi, ini juga pernah saya alami, ketika saya merasa ada sesuatu yang tidak enak pada pertemanan saya dengan seseorang, saya melihat karakter teman saya tersebut, jika dia bs diberi masukan dan kritikan, kita bisa saja secara langsung bertanya. Suatu ketika saya merasa ada perubahan dengan sikap teman saya, lalu saya bertanya dengan baik, apakah hanya saya yang merasa atau benar ada sikap dan omongan saya yang salah sehingga menggangu teman saya tersebut, dan untungnya teman saya tersebut adalah orng yang berjiwa besar, dia menjelaskan dan kita berdua saling menerima....
Cara ini jitu juga, agar persahabatan tidak hancur....
3. Berdiam diri dan biarkan waktu yang membuktikan.
Cara ini ampuh sekali, buat menghadapi teman, kerabat, atau sahabat yang kita nilai belum siap menerima kritikan dan pendapat dari orang lain, walaupun memakan waktu yang lama, seperti kisah yang saya ceritakan diatas tentang rekan kerja saya yang baru, saya memakai cara ini. Saya biarkan dia mengenal saya secara perlahan, sikap dan sifat saya, ga segampang membalikkan telapak tangan, tapi saya yakin kebenaran tetaplah kebenaran tidak akan berubah menjadi kejahatan. Dan akhirnya dia sadar, meminta maaf dan jadi mengerti ternyata masalah kecil itu cuma salah paham saja. Yahhh...tentunya sebelum dia minta saya sudah maafkan terlebih dahulu, hehehehe...
4. Membuang arti persahabatan untuk sahabat kita
Yah...kadang kala ini terjadi yang tadinya berteman, menjadi musuh dan lawan, kenapa sih bisa begini...??? kejadian seperti apa, sehingga kita memutuskan tali persahabatan...???? Menurut saya, jika seseorang teman atau sahabat berbuat sesuatu yang sangat merugikan buat kita, kehidupan rumah tangga kita terganggu, atau dari segi materi kita merugi, atau bahkan ternyata semua kehidupan pribadi kita yang dia tahu, dia beberkan di publik, nahhh....kita bisa menjaga jarak untuk seorang teman atau sahabat seperti ini. Dari hal inilah sebaiknya kita belajar untuk tidak semua masalah pribadi kehidupan kita orang lain harus mendengar dari mulut kita. Harus bisa membedakan bagaimana kita bersikap atau berbicara sekalipun kepada sahabat.
dan seperti sahabat saya bilang, sahabat juga bisa disaring lewat masalah, lewat waktu, kita kan tahu dengan sendirinya Siapa yang layak bisa disebut sahabat buat kita...
"Friends will be friends"
Selamat menikmati kebesamaan bersama orang2 terkasih anda
GBU
by: Dewi Yovanka Hutagalung
yeaahh.. friendship forever.. :)
ReplyDeletesahabat yang baik adalah sahabat yang tidak menjerumuskan kita ... melainkan selalu mengingatkan dan mensupport kita.. begitu juga sebaliknya.. :)
thx bubu...dirimyu sahabat setia blog ku...kasih masukan dan kritik dong buat tulisan ku, apa ada yg kurang atau apa bisa dicerna tulisan ini dengan baik...itung2 belajar bubu....:D
ReplyDeletehehehe.. sejujurnya, bubu ngga pandai menyampaikan pendapat, saran ataupun kritik..
ReplyDeletemenulis di blog itu tidak ada aturan baku-nya.. kita bebas menuangkan apa saja yang ada dalam benak kita kedalam bentuk tulisan .. ntah itu tentang kehidupan pribadi, puisi, pendapat, atau catatan-catatan kecil untuk memotivasi diri sendiri...
blognya ateu wi udah keren kok..
aku suka caramu memaparkan kalimat dalam menuangkan isi kepala dan isi hatimu hehhehe.. :) teruskan menulis yaaa ateu wi..
nih.. ada blognya evan (sibling) dan beberapa referensi blog buat ateu wi baca :
- www.evanardi.blogspot.com
- www.radithyadika.com
- www.suamigila.com
- www.ardiart.wordpress.com (suaminya evan)
- www.istribawel.com (istrinya suamigila)
blogwalking kesana dehhh.. dijamin.. cekikikan.. :D
thx bubu, masukan bubu kepake bgt...sebenernya menulis mmg salah satu hobby ku, cm blm ada kesempatan dan media ajah, yah dengan blog ini...jd ajang mengeluarkan hobby yg terpendam, hehehehehe...intinya adalah berbagi pengalaman, mudah2an bs diterima sama org2 yg mampir kesini...
ReplyDeletentar mampir ke blog yg bubu rekomendasikan....:D
Sahabat adalah "pendengar" yg baik...
ReplyDeleteSahabat sejati adalah kata hati yg pertama kali terbersit di diri kita sendiri...
good note Few, i like it...
-AAQ-
Sahabat adalah "pendengar" yg baik...
ReplyDeleteSahabat sejati adalah kata hati yg pertama kali terbersit di diri kita sendiri...
good note Few, i like it...
Afah
ReplyDeletemakacih afah....lewat afah akyu jd byk belajar....mmmuuahhh