Monday, November 29, 2010

MARAH

Yang aku mau hanyalah menggantungkan kaki di gudang penyimpanan
Meletakkan tangan di pembaringan sementara
Mengistirahatkan wajah di dinding polos
Dan melepas sisa tubuhku.

Aku lelah bersandiwara.

Aku lelah menangis, aku lelah tertawa dan tersenyum
Aku bahkan lelah bernafas
Bisakah ku tinggalkan sebentar dunia?
Biar tubuh dan hatiku tidak sakit lagi.

Jiwaku layu karena dinginnya hidup
Tak usah jiwa, tulangku saja remuk kedinginan
Hatiku marah ingin bicara tapi mulutku terkunci
Karena aku juga lelah berkata-kata sebab tak satupun sedia mendengar

Aku ingin angin datang meniupku kencang
Wuss... Dan aku lupa segalanya
Hatiku sembuh dan aku tak terlihat
Agar setidaknya aku dapat beristirahat

Aku tidak mampu lagi berdusta
menelan kepahitan yang sudah lama
tersimpan di ruang kehidupan ini
lalu,

Aku juga sudah tidak bisa
mengucapkan kata-kata kesabaran
yang telah tercabar oleh keegoan mu
dan dipertaruhkan oleh kejujuran
yang sering tergadai di gelanggang kehidupan.

aku ingin bersayap di kedua bahuku,
lalu pergi,
untuk menantang matahari,
agar esok tak terbit lagi.

ini cerita tentang aku,

berlari mengejar bidadari,
kujumpai dalam diam,
marah, warna memerah,

04 Januari 2010
01.15

No comments:

Post a Comment