Tidak ada yang lebih menyakitkan selain memiliki
perasaan tidak dicintai dan tidak diharapkan, dan aku tidak dalam
posisi dan porsi untuk memilih bahkan mengangkat wajahku untuk dilihat
dan kemudian berharap dipilih.
Menyakitkan rmenyaksikan kebahagian orang lain, adalah hasil dari kebahagianku yang
terbuang, terhempas, terinjak waktu dan keegoisan orang, yang selalu
mengeluarkan kata cinta dan sayang seperti para pedagang kaki lima
mengobral harga bersaing dan murah....
Menyakitkan
disaat aku coba menerima jalan kehidupan dan sekonyong-konyong, wajah
setiap orang-orang yang bertanggung jawab atas keterpaksaan menerima
ini, senantiasa hadir dan tidak ada alasan untuk menjauh, memberi
kesempatan pada diri sendiri untuk bernafas pelan mengobati rasa sakit
itu.
Aku berkata dusta...
"maaf" hanya keluar dari mulutku untuk berkompromi dengan dunia ini
"maaf" hanya keluar dari mulutku agar mereka bisa bernafas lega
"maaf" hanya keluar dari mulutku untuk alasan mereka menjalankan hidup mereka kembali....
Aku berkata dusta....
Aku tidak benar-benar memaafkan mereka.....
hatiku sakit berkompromi dengan dunia ini...
hatiku hancur membiarkan diriku melihat mereka dengan dunia mereka
Terlalu sakit ....dan aku tidak tahu sampai kapan aku tenggelam dalam kemarahan ini

No comments:
Post a Comment