Bermimpilah....
Bukan kalimat biasa buat saya, selalu saya tanamkan untuk kedua buah hati saya. Saya berharap kedua penyejuk hati saya ini, memiliki mimpi yang besar, yang bisa menghantar mereka ke masa depan yang jauh lebih baik dari yang saya miliki, saya menyakini kedua cahaya mata saya ini, mampu mengejar impian2 mereka. Saya akan selalu menjaga dan memastikan tiada hal dan seorangpun mencoba mematikan impian mereka, memastikan mimpi2 mereka bertahan dalam kesesakkan dan kepahitan hidup.
Mimpi adalah hal yg paling berharga sekaligus free yg bisa mereka miliki, saya tidak mau membayangkan apa akibatnya, jika kata2 yg keluar dr mulut krn kedengkian hati terlanjur terlontar..???habisss sdh.. bukan saja semangat yg luruh, tp impian yg hancur dan hati yg luka, dan semua itu akan terkenang seumur hidup, menghalangi langkah mereka, memberikan lubang besar bagi jiwa mereka. Apa aku layak bermimpi dan menggapainya??? Adakah orang lain yang mendukungku, memberikan kata2 semangat, memberikan bahu ketika ku lelah mengejar impianku, mengusap airmataku ketika aku menangis putus asa?? Mereka butuh kita, dan kita wajib menghantar mereka mengejar impian mereka, jangan guna kan lidah mu untuk menghancurkan mereka, simpan kata2 dengkimu, agar tidak menjadi racun bagi hati mereka. Biarkan mereka bermimpi dan mengejar impian mereka.
1. Jangan pernah sekalipun mengatakan bahwa mereka tidak layak dicintai.
"Seorang anak perempuan, yg selalu tersenyum dan tertawa, bermain dan memiliki banyak teman. Dia percaya bahwa orang2 disekitarnya menyukai dan mencintai dirinya dengan tulus, dia periang dan ringan tangan membantu org lain, mimpinya hanya satu saat itu, semua orang disekitarnya tersenyum.
Satu hari, ketika gadis kecil ini sedang bermain bersama teman2nya, tertawa, bersenang senang dan terlihat sangat bahagia, bahkan ada beberapa anak lain yang sudah menginjak remaja, kebetulan melewati mereka yg sedang tertawa dan bermain, mereka ikut tertawa dan tersenyum, gadis kecil ini semakin bahagia karena dia tau orang lain pun ikut berbahagia, dia tidak memperhatikan bahwa ada seorang yang sedang awas memperhatikannya, yang dia tau, tiba2 orang tersebut tepat berada di depannya dengan mata berbinar yang dia tidak tau apa artinya tp dia bergidik melihatnya, mendekatinya dengan perlahan dan mencondongkan mukanya mendekati telinganya sambil berbisik pelan....sangat pelan....
"Kau pikir orang lain yang tersenyum melihatmu itu, menyukaimu??? Tidakkk... kau tidak disukai...!!"
Lalu lenyaplah seketika senyum dari wajah anak gadis itu, hilang berganti ketakutan, karena tersadar bisikan itu datang dari orang yang dia harapkan. memiliki cinta paling besar buatnya saat itu. Hilang sudah satu mimpinya tentang kebahagian yang berasal dari tawa dan senyuman.
Sejak itu dia tidak pernah merasa layak di cintai oleh siapapun.
2. Jangan pernah mengatakan kau tak layak bahagia
"Gadis kecil ini semakin besar, dan menyadari bahwa dia berbeda dengan saudaranya yang lain, dia berbeda dengan teman2nya. Ya dia sangat berbeda, dia harus mengerti dan menerima bahwa kedua orangtuanya tidak bersamanya, tidak bisa bertanya ataupun menuntut, harus menerima!! Tp dia gadis kecil periang, dia masih memiliki mimpi besar lainnya, dia pasti akan berkumpul lagi dengan keluarganya, pasti akan menerima lagi cinta dari mereka.
Satu hari, ketika ibunya dan neneknya datang menemui dia, memberikan makanan yang dia sukai, menceritakan perjalanan yang mereka lalui, memeluk erat dirinya dan memberikan ciuman hangat dikeningnya. Bahagianya gadis kecil itu, rindunya meluruh, tangisnya berganti senyuman, sejenak dia lupa akan kekosongan jiwanya. Tapi waktu tidak bisa terhenti, dia tidak bisa menahan kebahagian hari itu lebih lama, ibu dan neneknya harus kembali pergi, tangan mungilnya berkeringat, hatinya menggigil kembali. Apa aku masih punya mimpi??? Masihhh...pelan2 dia menyakini, mimpinya masih ada.
Lalu ia tersenyum kembali, mengingat-ingat pertemuan tadi, membayangkan pertemuan berikutnya nanti, kepalanya penuh dengan rencana2, hatinya berbunga-bunga menyimpan cinta dari ibu dan neneknya. Mimpinya saat itu, dia akan berkumpul dengan ibu dan neneknya secepatnya, wajahnya berseri, dan dia tidak melihat bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikannya. Dan ketika tanpa sengaja mata gadis itu bertemu pandang, kembali badannya menggigil hebat, menahan takut, tak kuasa menghindar, membiarkan orang itu kembali mendekatinya, menatap tajam kearahnya dan kembali berbisik pelan kepadanya.
"Yang kau anggap nenek mu itu, dia bukan nenek mu!!! Dia orang lain yang tidak mencintai mu, bahkan tidak mencintai ibu mu!!"
Lalu musnah sudah impiannya berbahagia bersama ibu dan neneknya, harapan secepatnya berkumpul kembali hilang sekejap, ibu dan neneknya tidak pernah kembali. Dia tidak menatap dan bertanya langsung, apa benar mereka tidak mencitainya...
Hatinya hancur....kata2 racun membuat semua impiannya musnah, dia bawa sampai mati, meninggalkan getir dalam hidupnya. Dan semua kata2 itu keluar dari mulut orang yang seharusnya mengasihinya. Dia tidak berani bahkan dalam hati sekali pun untuk bertanya, kenapa kau berkata jahat kepadaku?? Apakah kau membenciku sedemikian hebatnya?? Taukah kau, bahwa impian ku hancur??
Taukah kau bahwa tidak sedetikpun dalam hidupku, aku melupakan tatapan matamu dan setiap kata yang meluncur dari mulutmu???
Taukah kau bahwa aku ingin sekali memaafkanmu tapi hati ini selalu bergetar setiap mengingat hari2 itu???
Taukah kau bahwa tidak sedetikpun dalam hidupku, aku melupakan tatapan matamu dan setiap kata yang meluncur dari mulutmu???
Lepaskan aku...agar aku bisa bermimpi kembali
3. Jangan gunakan lidahmu untuk menghancurkan mimpi mereka, jangan pernah mengecilkan dan beranggapan bahwa kata2 yang kau pikir hal biasa saja tidak bisa menghancurkan mereka.
No comments:
Post a Comment